Dialog Interaktif Upaya Pelestarian Budaya

Diposting pada tanggal 12 September 2019
Dialog Interaktif Upaya Pelestarian Budaya

9/09/2019, Bakesbbangpol Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Dialog Interaktif dalam Upaya Pelestarian Budaya Bangsa Bagi Generasi Muda, yang merupakan wujud kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Penerapan Budaya Politik yang Demkokratis, yang diliput oleh TVRI Surabaya yang dihadiri 125 mahasiswa dari PTN dan PTS di Surabaya.

Penyelenggaraan dialog ini upaya pemerintah dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya bagi generasi muda khususnya mahasiswa dalam melestarikan dan mempertahankan budaya sebagai ciri suatu bangsa.

Mengenai pelestarian budaya menurut penjelasan Taufiq Monyong panggilan akrabnya (Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur) menjelaskan bahwa, "saya menyampaikan menurut sudut pandang mereka (generasi muda), bukan sudut pandang saya. Mengenai pelestarian budaya, generasi muda bukan hanya melestarikan. Ada 5 tanggung jawab generasi muda yaitu, melestarikan, mewariskan, memanfaatkan, memajukan, mengembangkan kebudayaan".(red) Hal ini untuk menjawab tantangan-tantangan dimasa yang akan datang. Sebenarnya ada ajaran leluhur yang merupakan kearifan lokal masyarakat yang mempunyai nilai-nilai kekuatan kebudayaan itu sendiri. Kalau nilai-nilai kebudayaan ini dikembangkan maka hal ini akan menjadi destinasi, menjadi value, menjadi peluang, menjadi ajaran dan sekaligus menjawab tentang kebutuhan ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaan dialog ini juga sebagai langkah menjawab tantangan bagi generasi muda dimasa mendatang dalam melestarikan nilai-nilai budaya yang semakin tergerus dengan perkembang jaman.

Menurut Dr. Totok Suyanto, M.Pd (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum) perkembangan budaya di era sekarang ini juga dipengaruhi oleh perkembangan Iptek. Adanya media-media di era sekarang yang sangat membantu dalam penetrasi budaya. Sangat berbeda dengan era dahulu yang terkendala dengan sarana informasi dan komunikasi baik untuk dunia luar maupun lokal. Oleh karena itu pengembangan budaya harus diperkuat dari tiga sisi yaitu Pemerintah, Generasi Muda, dan Kompleksitas Budaya. Pak Titok juga menjelaskan bahwa "Bangsa dimanapun, sebelum kemajuan sebuah bangsa selalu diikuti oleh revolusi kebudayaan".(red)

Sedangkan Drs. Martadi, M.Sn (Kepala Bidang Pengembangan Profesi Pendidik) dalam dialog ini dalam hal untuk melestarikan budaya, kata kuncinya adalah "berbicara kebudayaan adalah berbicara kehidupan kita, kebudayaan itu adalah jati diri sebuah bangsa". Oleh karenanya agar budaya itu dapat dilestarikan, ada 3 hal "re.." yang harus kita bangun, yakni pertama Re-Orientasi (makna kebudayaan), kedua Re-identifikasi (identifikasi budaya), ketiga Re-Aktualisasi (bentuk perilaku), dari 3 hal itu perlu adanya strategi dalam upaya pelestarian budaya kita dan ada lagi yang harus kita perhatikan pilar-pilar yang perlu kita jadikan faktor dalam upaya pengembangan pelestarian nilai-nilai budaya itu sendiri.

Versi cetak

Related Keywords

generasi muda, budaya bangsa


Gubernur Khofifah: Alhamdulillah, Demokrasi di Jatim Terjaga Baik dan Kondusif

SURABAYA, 30 JUNI 2022- Indeks Demokrasi Provinsi Jawa Timur tahun 2021 tercatat lebih tinggi dibandingkan angka nasional dan menempati urut...

TINGKATKAN PEMAHAMAN ETIKA POLITIK GENERASI MUDA SONGSONG PEMILU 2024

Dalam upaya meningkatkan pemahaman etika politik di kalangan masyarakat terutama generasi muda, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi J...

FGD Peningkatan Capaian Indeks Demokrasi Indonesia

R. Heru Wahono Santoso, S.Sos, MM selaku kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik tengah menggelar kegiatan “Focus group discussion pe...

FGD Peningkatan Capaian Indeks Demokrasi Indonesia

29 september 2021, Bakesbangpol Prov. JaTim mengadakan Focus Discussion Group (FGD) Peningkatan Pencapaian Indikator Indeks Demokrasi Indone...

Upaya Peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia

Sidoarjo, 2-3 Nopember 2020. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion terkait peni...

Menguatkan Etika Politik disaat Pandemi Covid-19

Malang, 24 Juli 2020 bertempat di Hotel Aria Gajayana Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur melaksanakan penguatan etika pol...